Pendidikan Fisika Gelar Seminar Nasional Fisika 2026 dan Pertemuan Ilmiah PSI ke-XXXVIII
Yogyakarta, 20 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD, Program Studi Fisika UAD, serta Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang DIY–Jateng menyelenggarakan Seminar Nasional Fisika Tahun 2026 dan Pertemuan Ilmiah PSI ke-XXXVIII. Kegiatan ini menjadi ajang akademik yang mempertemukan dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai daerah untuk berbagi hasil riset dan gagasan inovatif di bidang fisika serta pendidikan fisika.
Mengusung tema “Sinergi Fisika dan Pendidikan Fisika dalam Penguatan Riset, Transformasi Pembelajaran, dan Pengembangan Teknologi di Era Transisi Energi Berkelanjutan”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam menjawab berbagai tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan pada era modern. Seminar nasional dan pertemuan ilmiah ini mendapat antusiasme yang tinggi. Tercatat sebanyak 101 pemakalah turut mempresentasikan hasil penelitian dan karya ilmiahnya, sementara lebih dari 50 peserta non-pemakalah mengikuti rangkaian kegiatan sebagai peserta seminar.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Narasumber pertama, Prof. Dr. Ishafit, M.Si. dari Universitas Ahmad Dahlan, menyampaikan materi terkait perkembangan riset fisika dan peluang penguatan kolaborasi penelitian dalam mendukung inovasi nasional. Narasumber kedua, Ezrom M.D. Tapparan, S.T., M.Sc. dari BPSDM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membahas tantangan serta peluang pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Sementara itu, narasumber ketiga, Richi Aktorian, S.Si., M.TI., Principal Cyber Security Grab Indonesia, memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi digital dan pentingnya keamanan siber dalam mendukung transformasi teknologi di era industri berbasis data.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah untuk memperkuat jejaring akademik dan profesional antara peneliti, pendidik, mahasiswa, serta praktisi. Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya kolaborasi riset yang lebih luas dan berdampak bagi pengembangan ilmu fisika maupun pendidikan fisika.
Berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan pada seminar ini mencakup topik fisika murni, fisika terapan, energi terbarukan, teknologi pembelajaran, media pembelajaran inovatif, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi digital dalam pendidikan. Ragam topik tersebut menunjukkan kontribusi nyata komunitas fisika dan pendidikan fisika dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Fisika 2026 dan Pertemuan Ilmiah PSI ke-XXXVIII, Program Studi Pendidikan Fisika UAD bersama para mitra berharap dapat terus memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan kolaboratif. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan, penelitian, industri, dan pemerintah guna menghasilkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di era transisi energi berkelanjutan.

