Pendidikan Fisika UAD Hadirkan Laboratorium ke Sekolah
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memulai implementasi program Mobile Physics Laboratory melalui kegiatan pendampingan praktikum fisika bagi siswa SMA di Pondok Pesantren (PP) Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari program yang telah lama digagas oleh Program Studi Pendidikan Fisika UAD sebagai bentuk kontribusi dalam mendekatkan pembelajaran fisika kepada peserta didik.
Berbeda dengan kegiatan praktikum pada umumnya, tim dari Program Studi Pendidikan Fisika UAD membawa langsung berbagai peralatan dan aparatus praktikum fisika ke sekolah. Peralatan tersebut kemudian digunakan oleh para siswa untuk melaksanakan berbagai percobaan dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret karena dapat mengamati dan membuktikan konsep-konsep fisika melalui eksperimen secara langsung.
Program Mobile Physics Laboratory mengusung misi utama menghadirkan laboratorium ke hadapan siswa. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium fisika yang lengkap maupun kesempatan untuk melaksanakan praktikum secara optimal. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Fisika UAD berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan membawa fasilitas praktikum beserta pendampingannya langsung ke sekolah-sekolah.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika UAD menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian sekaligus penguatan kemitraan dengan sekolah dan lembaga pendidikan. “Fisika akan lebih mudah dipahami ketika siswa dapat mengalami dan membuktikan konsep-konsep yang dipelajari melalui praktikum. Melalui Mobile Physics Laboratory, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar tersebut secara langsung di sekolah, sehingga keterbatasan fasilitas laboratorium tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk belajar sains secara bermakna”, ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti praktikum. Mereka berkesempatan menggunakan berbagai alat praktikum, melakukan pengukuran, menganalisis hasil percobaan, serta berdiskusi mengenai konsep-konsep fisika yang dipelajari. Pendampingan yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa Pendidikan Fisika UAD juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengeksplorasi fenomena fisika secara lebih mendalam.
Kerja sama dengan PP Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta menjadi titik awal pelaksanaan program Mobile Physics Laboratory yang ke depannya akan diperluas ke berbagai sekolah. Program Studi Pendidikan Fisika UAD berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisika, menumbuhkan minat siswa terhadap sains, serta memperkuat jejaring kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Melalui program ini, Program Studi Pendidikan Fisika UAD menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Mobile Physics Laboratory diharapkan menjadi salah satu program unggulan yang mampu memberikan manfaat bagi sekolah, guru, dan peserta didik, sekaligus memperluas akses terhadap pembelajaran fisika yang aplikatif, menarik, dan berkualitas.

