Bincang Prodi: Santai Suasananya, Serius Bahas Masa Depan Prodi
Yogyakarta – Ada yang berbeda dalam pertemuan internal Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 7 September 2026. Alih-alih berlangsung dalam format rapat formal, seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Pendidikan Fisika berkumpul dalam suasana santai melalui kegiatan “Bincang Prodi” yang diselenggarakan di Ruang Dosen Program Studi Pendidikan Fisika. Kegiatan dikemas dengan konsep lesehan dan dilengkapi berbagai kudapan. Suasananya dibuat menyerupai obrolan santai antar rekan, tanpa sekat formalitas rapat. Namun, di balik suasana yang cair tersebut, berbagai topik strategis terkait pengembangan Program Studi Pendidikan Fisika menjadi bahan pembicaraan.
Salah satu agenda yang dibahas adalah persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Dosen dan tendik melakukan koordinasi untuk memastikan berbagai kebutuhan perkuliahan dapat dipersiapkan dengan baik sehingga proses pembelajaran pada semester baru dapat berjalan secara optimal.
Pembahasan berikutnya berkaitan dengan Beasiswa Semesta Pendidikan Fisika, khususnya bagaimana program studi dapat berkontribusi dalam mengenalkan dan mengoptimalkan skema beasiswa tersebut untuk menjaring calon mahasiswa baru. Berbagai gagasan muncul dalam diskusi untuk memperkuat daya tarik Program Studi Pendidikan Fisika sekaligus memperluas akses calon mahasiswa terhadap kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.
Tidak kalah penting, Bincang Prodi juga menjadi ruang untuk membicarakan arah perkembangan Program Studi Pendidikan Fisika ke depan. Dosen dan tendik berdiskusi mengenai berbagai peluang, tantangan, inovasi, serta program yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing program studi.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Eko Nursulistiyo, M.Pd., menyampaikan bahwa format bincang santai sengaja dipilih agar setiap orang memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menyampaikan gagasan. “Kami ingin membangun suasana diskusi yang lebih cair. Tidak selalu ide terbaik muncul dalam rapat yang formal. Kadang justru ketika kita duduk santai dan ngobrol bersama, muncul gagasan-gagasan yang segar dan tidak terpikirkan sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur program studi menjadi penting dalam menentukan arah perkembangan Pendidikan Fisika. Dosen dan tendik memiliki pengalaman serta sudut pandang yang berbeda, sehingga ruang dialog bersama dapat menjadi sumber gagasan untuk perbaikan program studi secara berkelanjutan. Bincang Prodi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan komunikasi internal. Dengan suasana yang lebih informal, interaksi antardosen dan tendik berlangsung lebih akrab. Kondisi tersebut diharapkan dapat membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Program Studi Pendidikan Fisika.
Meskipun dikemas secara santai, hasil pembicaraan dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai obrolan. Berbagai gagasan yang muncul akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan langkah pengembangan Program Studi Pendidikan Fisika ke depan. Melalui Bincang Prodi, Pendidikan Fisika UAD menunjukkan bahwa membangun program studi tidak selalu harus dimulai dari forum yang kaku dan formal. Kadang, masa depan sebuah program studi justru dapat dibicarakan dengan lebih baik sambil duduk lesehan, menikmati kudapan, dan membuka ruang bagi setiap ide untuk tumbuh.

Yogyakarta – Laboran Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., melakukan diseminasi hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2026 pada 21 Agustus 2026 di hadapan para laboran Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penyebarluasan hasil inovasi yang dikembangkan melalui dukungan hibah Program KILAB 2026 dari Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi re-akreditasi program studi pada tahun 2027. Kegiatan ini menjadi langkah Program Studi Pendidikan Fisika UAD untuk memastikan pemenuhan berbagai persyaratan akreditasi, khususnya Syarat Perlu Unggul pada Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPSK) LAMDIK 3.0.
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Lokakarya Penyusunan Rencana Operasional (RENOP) Tahun 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas (BPPU) UAD. Kegiatan ini melibatkan fakultas, program studi, dan berbagai unit di lingkungan UAD sebagai bagian dari upaya menyusun perencanaan operasional yang terarah dan selaras dengan sasaran strategis universitas. Hadir dalam kegiatan ini Kaprodi dan Sekprodi Program Studi Pendidikan Fisika UAD. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari proses penguatan perencanaan program kerja prodi untuk periode akademik 2026/2027. Lokakarya penyusunan RENOP bertujuan memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi kepada seluruh unit kerja mengenai mekanisme penyusunan program dan target kinerja. Melalui kegiatan ini, setiap unit diharapkan mampu menerjemahkan arah strategis yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) UAD dan Renstra Fakultas ke dalam program kerja yang lebih operasional, terukur, dan realistis untuk dilaksanakan.
Yogyakarta – Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menyelesaikan studi dengan tugas akhir berbasis publikasi ilmiah. Keempat mahasiswa tersebut adalah Wiranda, Mardiyah Zulfa, Elsarina Nur Izzati, dan Gress Faihah. Capaian ini menjadi salah satu wujud budaya akademik dan penelitian yang terus dikembangkan di lingkungan Program Studi Pendidikan Fisika UAD. Keempat mahasiswa tersebut berhasil memublikasikan hasil penelitian mereka pada jurnal ilmiah yang telah terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan tahapan penelitian, mengolah hasil penelitian, menyusun artikel ilmiah, hingga mengikuti proses publikasi sesuai dengan standar akademik yang berlaku.