Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kuliner, Fuid Buktikan Lulusan Pendidikan Fisika Bisa Berkiprah di Mana Saja
Yogyakarta – Menjadi lulusan Pendidikan Fisika tidak selalu berarti harus berkarier sebagai guru. Hal tersebut dibuktikan oleh Fuid Setyadi, alumni Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang kini sukses menekuni dunia usaha kuliner melalui Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid.
Usaha kuliner yang dirintis Fuid kini semakin dikenal masyarakat dan viral di media sosial. Warung yang menawarkan menu berbahan dasar kambing dan kelinci tersebut selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Salah satu menu andalannya adalah kempol atau paha kambing bakar, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan. Di balik kesuksesan tersebut, terdapat perjalanan panjang dan cerita yang menarik. Jauh sebelum menekuni bisnis kuliner, Fuid telah terbiasa berwirausaha sejak masih menjadi mahasiswa. Saat kuliah di Pendidikan Fisika UAD, ia menjalankan usaha di bidang pengolahan kayu. Fuid mencari kayu kemudian memasoknya ke pabrik sebagai salah satu sumber penghasilan.
Namun, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu titik balik dalam perjalanan Fuid. Kondisi saat itu membuat usaha kayunya meredup dan penghasilannya ikut terdampak. Situasi tersebut membuat Fuid harus memutar otak untuk mencari peluang usaha baru. Menariknya, ide untuk membuka usaha kuliner justru muncul dari pengalaman pribadinya ketika terpapar Covid-19. Dalam kondisi tersebut, Fuid menyadari pentingnya menjaga asupan makanan dan menikmati makanan yang enak.
“Waktu kena Covid, saya berpikir, kita itu harus selalu makan enak. Kalau begitu, kenapa tidak buka warung saja, supaya bisa makan enak setiap saat?” cerita Fuid dalam wawancara.
Dari pemikiran sederhana tersebut, lahirlah Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid. Berawal dari sebuah gagasan untuk menciptakan sumber penghasilan baru, usaha tersebut kemudian berkembang dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Promosi melalui media sosial turut membuat usaha Fuid semakin dikenal dan menarik lebih banyak pelanggan.
Kesuksesan di dunia usaha tidak membuat Fuid melupakan latar belakang pendidikannya. Meskipun saat ini tidak berprofesi sebagai guru, ia mengaku berbagai pelajaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika tetap memberikan manfaat dalam menjalankan bisnis. Menurut Fuid, kuliah tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, kemampuan bekerja sama, dan manajerial menjadi bekal yang masih ia rasakan manfaatnya hingga saat ini.
“Walaupun saya tidak menjadi guru, apa yang saya dapatkan selama kuliah tetap berguna. Ada kejujuran, kerja keras, kerja sama tim, manajerial, dan banyak hal lainnya. Itu semua ternyata sangat kepakai ketika menjalankan usaha,” ungkapnya.
Bagi Fuid, pendidikan juga bukan hanya tentang profesi yang dijalani setelah lulus. Pengalaman selama menjadi mahasiswa telah membentuk cara berpikir, sikap, dan kemampuan dalam menghadapi berbagai persoalan. Bekal tersebut kemudian dapat dibawa ke berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia kewirausahaan. Meski telah menikmati kesuksesan sebagai pengusaha kuliner, Fuid mengaku masih menyimpan keinginan untuk menjadi seorang guru. Di tengah kesibukannya mengelola usaha, keinginan tersebut masih terbesit dalam hati kecilnya.
Kisah Fuid menjadi gambaran bahwa perjalanan seorang lulusan tidak selalu harus mengikuti satu jalur profesi. Pendidikan yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk berkembang di berbagai bidang. Bagi Program Studi Pendidikan Fisika UAD, keberhasilan alumni seperti Fuid menjadi bukti bahwa lulusan Pendidikan Fisika dapat berkiprah secara luas, baik sebagai pendidik, peneliti, maupun entrepreneur.
Melalui kisah Fuid, Pendidikan Fisika UAD ingin terus mendorong mahasiswa dan lulusan untuk berani mengembangkan potensi, melihat peluang, serta menghadirkan karya di berbagai bidang. Sebab, menjadi lulusan Pendidikan Fisika bukan hanya tentang menjadi guru fisika, tetapi tentang menjadi pribadi yang mampu berpikir, beradaptasi, bekerja keras, dan memberikan manfaat di mana pun berada.

