Pendidikan Fisika Ikuti Muhasabah Mutu ke-37 FKIP UAD, Perkuat Komitmen pada Mutu dan Arah Pengembangan Masa Depan
Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut mengikuti Muhasabah Mutu ke-37 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD yang diselenggarakan pada Selasa (29/09) di Kampus 5 UAD. Agenda rutin ini menjadi ruang bagi sivitas akademika FKIP untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat langkah pengembangan fakultas dan program studi. Muhasabah Mutu diikuti oleh pimpinan fakultas, program studi, dan dosen di lingkungan FKIP UAD. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai proses yang telah berjalan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperkuat, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kegiatan diawali dengan tausiyah oleh Sucipto, Ph.D. yang mengajak sivitas akademika untuk terus merajut iman, ilmu, dan amal dalam menjalankan peran di lingkungan pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa ilmu yang dimiliki perlu diwujudkan dalam kontribusi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, “Manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat,” pesan Beliau.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas dosen tidak berhenti pada penyampaian ilmu di ruang kelas. Dosen juga memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa dengan memahami karakter dan kebutuhan yang beragam. Pendampingan yang dilakukan dengan sabar dan optimis diharapkan dapat membantu mahasiswa berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
Refleksi untuk Penguatan Mutu
Semangat refleksi tersebut diperkuat oleh Wakil Dekan I FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., yang mengajak sivitas akademika untuk terus menghadirkan gagasan dan karya yang mendukung kemajuan fakultas. Muhasabah Mutu diharapkan menghasilkan pembahasan yang substantif dan dapat menjadi pijakan dalam menentukan langkah pengembangan FKIP. Bagi Pendidikan Fisika UAD, keterlibatan dalam agenda ini menjadi bagian dari upaya menjaga budaya mutu secara berkelanjutan. Evaluasi dan refleksi terhadap berbagai kegiatan akademik menjadi penting agar program yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta arah pengembangan fakultas dan universitas.
Menyiapkan Arah Baru FKIP
Selain memperkuat budaya mutu, FKIP UAD juga tengah mengeksplorasi arah pengembangan baru melalui Brainstorming Rebranding FKIP. Forum tersebut mempertemukan jajaran struktural dan dosen FKIP UAD bersama Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A. dan Dr. Muhammad Hamdi, S.E., MBA. untuk membahas penguatan identitas fakultas, kompetensi mahasiswa, serta perluasan peluang karier lulusan.
Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menekankan pentingnya mempertahankan kualitas sekaligus membuka ruang pengembangan baru. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih FKIP menjadi modal penting untuk terus memperkuat kontribusi fakultas bagi UAD. Arah pengembangan tersebut juga menempatkan lulusan sebagai salah satu fokus penting. FKIP UAD terus mendorong program studi untuk mengembangkan kurikulum yang relevan, memperkuat kompetensi mahasiswa, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun portofolio dan memperluas peluang karier setelah lulus.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah konsep “Cultivating Educators, Launching Edupreneurs” yang ditawarkan Najih. Konsep tersebut menempatkan kompetensi keguruan sebagai fondasi sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan berbasis pendidikan.
Bagi Pendidikan Fisika, arah ini menjadi peluang untuk terus mengembangkan kompetensi mahasiswa tidak hanya sebagai calon pendidik, tetapi juga sebagai individu yang mampu menghasilkan inovasi dalam pembelajaran, teknologi pendidikan, media pembelajaran, maupun bidang lain yang relevan dengan keilmuan pendidikan fisika.
FKIP UAD juga terus mendorong perluasan jejaring dengan sekolah, industri, perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga jejaring internasional. Penguatan jejaring tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak ruang belajar, kolaborasi, rekognisi, dan peluang karier bagi mahasiswa maupun lulusan.
Melalui Muhasabah Mutu dan berbagai forum pengembangan fakultas, Pendidikan Fisika UAD turut mengambil bagian dalam proses tersebut. Refleksi menjadi langkah untuk memperbaiki yang sudah berjalan, sementara inovasi menjadi jalan untuk menyiapkan masa depan. Dengan semangat tersebut, Pendidikan Fisika UAD terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermutu, inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus berubah.

Yogyakarta — Berdasarkan kalender akademik, semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 resmi memasuki masa perkuliahan pada 21 September hingga 6 November 2026. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), periode ini menjadi awal dari rangkaian proses pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan berbagai pengalaman akademik yang akan dijalani selama semester berlangsung.
Yogyakarta – Ada yang berbeda dalam pertemuan internal Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 7 September 2026. Alih-alih berlangsung dalam format rapat formal, seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Pendidikan Fisika berkumpul dalam suasana santai melalui kegiatan “Bincang Prodi” yang diselenggarakan di Ruang Dosen Program Studi Pendidikan Fisika. Kegiatan dikemas dengan konsep lesehan dan dilengkapi berbagai kudapan. Suasananya dibuat menyerupai obrolan santai antar rekan, tanpa sekat formalitas rapat. Namun, di balik suasana yang cair tersebut, berbagai topik strategis terkait pengembangan Program Studi Pendidikan Fisika menjadi bahan pembicaraan.
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi re-akreditasi program studi pada tahun 2027. Kegiatan ini menjadi langkah Program Studi Pendidikan Fisika UAD untuk memastikan pemenuhan berbagai persyaratan akreditasi, khususnya Syarat Perlu Unggul pada Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPSK) LAMDIK 3.0.