Memaknai Literasi sebagai Kemampuan Memahami Informasi dan Berpikir Kritis
Yogyakarta — Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap 8 September, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan refleksi mengenai pentingnya literasi. Program Studi Pendidikan Fisika UAD mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat, literasi juga mencakup kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta menggunakan informasi tersebut secara tepat dalam kehidupan.
Literasi menjadi keterampilan penting dalam kehidupan akademik, termasuk dalam pembelajaran fisika. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu membaca buku atau memahami persamaan dan konsep fisika. Mereka juga perlu mampu mencari, memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis untuk memecahkan berbagai persoalan. Dalam konteks pendidikan fisika, kemampuan literasi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami fenomena alam dan menghubungkannya dengan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Kemampuan tersebut juga mendukung terbentuknya cara berpikir ilmiah, sehingga mahasiswa tidak mudah menerima informasi begitu saja, tetapi terbiasa mempertanyakan sumber, menelaah bukti, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di era digital. Beragam informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui internet dan media sosial. Namun, kemudahan memperoleh informasi juga diikuti dengan tantangan untuk memilah informasi yang benar, relevan, dan dapat dipercaya. Karena itu, literasi bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi merupakan proses untuk membangun kemampuan memahami informasi dan menggunakannya secara bijak. Bagi mahasiswa, keterampilan literasi dapat menjadi bekal penting untuk menunjang perkuliahan, penelitian, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Program Studi Pendidikan Fisika UAD mengajak seluruh mahasiswa untuk terus membangun budaya literasi. Membaca lebih banyak, bertanya lebih kritis, memeriksa informasi, berdiskusi, dan berani mengembangkan gagasan merupakan bagian dari proses menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Selamat Hari Literasi Internasional. Mari membaca, memahami, berpikir kritis, dan menggunakan pengetahuan untuk memberi manfaat.

Yogyakarta – Ada yang berbeda dalam pertemuan internal Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 7 September 2026. Alih-alih berlangsung dalam format rapat formal, seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Pendidikan Fisika berkumpul dalam suasana santai melalui kegiatan “Bincang Prodi” yang diselenggarakan di Ruang Dosen Program Studi Pendidikan Fisika. Kegiatan dikemas dengan konsep lesehan dan dilengkapi berbagai kudapan. Suasananya dibuat menyerupai obrolan santai antar rekan, tanpa sekat formalitas rapat. Namun, di balik suasana yang cair tersebut, berbagai topik strategis terkait pengembangan Program Studi Pendidikan Fisika menjadi bahan pembicaraan.
Yogyakarta – Dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti Gemini Academy yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan bekerja sama dengan Google Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung aktivitas akademik dan layanan pendidikan.
Yogyakarta – Laboran Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., melakukan diseminasi hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2026 pada 21 Agustus 2026 di hadapan para laboran Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penyebarluasan hasil inovasi yang dikembangkan melalui dukungan hibah Program KILAB 2026 dari Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi re-akreditasi program studi pada tahun 2027. Kegiatan ini menjadi langkah Program Studi Pendidikan Fisika UAD untuk memastikan pemenuhan berbagai persyaratan akreditasi, khususnya Syarat Perlu Unggul pada Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPSK) LAMDIK 3.0.