Mahasiswa Pendidikan Fisika UAD Kunjungi BPPTKG
Yogyakarta, 9 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kunjungan ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dalam rangka memperkaya wawasan dan pengalaman belajar mengenai kebencanaan geologi, mitigasi bencana gunung api, serta penerapan ilmu fisika dalam pemantauan aktivitas vulkanik.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya program studi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai teknologi dan instrumen yang digunakan dalam pemantauan aktivitas gunung api, khususnya Gunung Merapi.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari para ahli BPPTKG mengenai sistem pemantauan gunung api, analisis data kebencanaan, serta mekanisme mitigasi yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diajak mengunjungi ruang pemantauan dan mengenal berbagai peralatan yang digunakan untuk mengamati aktivitas vulkanik, seperti seismograf, sistem pemantauan deformasi, hingga teknologi penginderaan jauh.
Dosen pendamping menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara konsep-konsep fisika yang dipelajari di perkuliahan dengan penerapannya dalam kehidupan nyata, khususnya dalam bidang mitigasi bencana.
Salah satu peserta kegiatan, Arya Bima, mengungkapkan kesan setelah mengikuti kunjungan tersebut. “Kunjungan ke BPPTKG memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi kami. Selama ini kami mempelajari berbagai konsep fisika di kelas, tetapi di sini kami dapat melihat secara langsung bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan untuk memantau aktivitas gunung api dan mendukung mitigasi bencana,” ujar Arya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan ilmu fisika dalam pemantauan aktivitas vulkanik dan mitigasi bencana. Kunjungan ini memberikan pemahaman tentang peran sains dan teknologi dalam upaya pengurangan risiko bencana serta pentingnya pemanfaatan data ilmiah dalam mendukung keselamatan masyarakat. Program Studi Pendidikan Fisika UAD berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan, sekaligus menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kontribusi ilmu fisika dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap bencana.

Yogyakarta, 26 Februari 2025 – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih akreditasi internasional dari Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programs (AQAS), sebuah lembaga akreditasi asal Jerman yang telah diakui secara global. Capaian ini menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Fisika UAD dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
Sorong, 03 September 2024 – Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan diseminasi hasil penelitian terkait pengembangan Remote Physics Laboratory (R-PhyLab) di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong. Diseminasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan inovasi di bidang pendidikan fisika yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses laboratorium di wilayah afirmatif di Indonesia.
Yogyakarta, 31 Mei 2024 – Suci Nengtyas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi salah satu peserta dalam Training of Teacher (TOT) The Korean School Safety Programme (KSSP) yang diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh NDRR Office for Northeast Asia and Global Education and Training Institute for Disaster Risk Reduction (UNDRR ONEA & GETI) bekerja sama dengan Ministry of the Interior and Safety of the Republic of Korea (MOIS), Incheon Metropolitan City, dan Citizen’s Coalition for Safety (CCS), serta didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.