Dua Dosen Pendidikan Fisika UAD Terima SK Guru Besar
Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan. Dua dosen Pendidikan Fisika resmi menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar, yakni Prof. Dr. Ishafit, M.Si. dan Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si.
Penyerahan SK Guru Besar dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, dan diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Styabudi Indartono, Ph.D. Acara ini menjadi tanda kontribusi akademik dosen UAD dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan fisika.
Prof. Dr. Ishafit, M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar dengan ranting ilmu Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT. Sementara itu, Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si. memperoleh gelar Guru Besar dengan ranting ilmu Evaluasi Pembelajaran Fisika. Keduanya dikenal aktif dalam riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi pembelajaran fisika di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, mewakili para Guru Besar yang menerima SK, Prof. Dr. Ishafit, M.Si. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada universitas, fakultas, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses akademiknya. Ia menuturkan bahwa capaian Guru Besar merupakan panggilan hati untuk terus berkontribusi secara ikhlas dalam pengembangan ilmu dan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Norma Sari, M.Hum., menyampaikan bahwa capaian Guru Besar bukan hanya prestasi personal, tetapi juga amanah keilmuan. Ia menegaskan bahwa para Guru Besar UAD diharapkan terus meneguhkan integritas akademik sebagai manifestasi nilai Islam Berkemajuan dalam tridarma perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Styabudi Indartono, Ph.D., memberikan apresiasi kepada UAD atas capaian Guru Besar yang dinilai selaras dengan target pengembangan sumber daya dosen. Ia menyampaikan bahwa salah satu tugas Guru Besar adalah melahirkan Guru Besar baru, sehingga keberlanjutan mutu akademik perguruan tinggi dapat terus terjaga.
Dengan bertambahnya dua Guru Besar ini, Program Studi Pendidikan Fisika UAD diharapkan semakin memperkuat peran akademiknya dalam mencetak pendidik dan peneliti fisika yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperoleh pencapaian dalam ajang Anugerah Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Andalan Awards) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 5 Februari 2026. Pada ajang tersebut, Pendidikan Fisika meraih tiga penghargaan, hal ini sebagai bukti komitmen dalam pengembangan prestasi mahasiswa dan mutu pembinaan akademik.
Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Physics-Edu Leadership Camp pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di New Rivermoon, Klaten, dengan mengusung tema “Mendidik dengan Amal, Menginspirasi dengan Ilmu”.
Jakarta — Kabar membanggakan datang dari Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Laboran Prodi Pendidikan Fisika, Yoga Dwi Prabowo, berhasil menembus 9 karya terbaik dalam ajang Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2025, sebuah kompetisi nasional yang digelar untuk mendorong kreativitas dan inovasi laboran.
Yogyakarta — Prestasi kembali ditorehkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Nayla Arziki Ramadani Yuva, berhasil meraih medali perak pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2025 untuk bidang Fisika. Capaian ini menjadi sejarah baru bagi UAD, sekaligus pertama kalinya Program Studi Pendidikan Fisika menembus podium nasional di kompetisi tersebut.