Laboran Pendidikan Fisika UAD Diseminasikan Inovasi Alat Praktikum Difraksi Kisi bagi Murid Disabilitas Netra
Yogyakarta – Laboran Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., melakukan diseminasi hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2026 pada 21 Agustus 2026 di hadapan para laboran Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penyebarluasan hasil inovasi yang dikembangkan melalui dukungan hibah Program KILAB 2026 dari Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program tersebut, laboran Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains (LTPS) UAD memperoleh hibah untuk mengembangkan inovasi alat praktikum fisika yang lebih inklusif. Inovasi yang dikembangkan mengangkat tema pengembangan alat praktikum difraksi kisi bagi murid tunanetra atau disabilitas netra. Pengembangan alat ini berangkat dari kebutuhan akan pembelajaran dan praktikum fisika yang dapat diakses oleh semua murid, termasuk murid dengan disabilitas netra. Selama ini, berbagai fenomena dalam praktikum fisika, termasuk difraksi cahaya, banyak mengandalkan pengamatan secara visual. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi murid disabilitas netra untuk memperoleh pengalaman praktikum secara langsung.
Melalui inovasi yang dikembangkan, alat praktikum dirancang agar fenomena difraksi kisi dapat dipelajari dengan pendekatan yang lebih aksesibel. Dengan demikian, murid disabilitas netra diharapkan tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan praktikum dan eksplorasi konsep fisika. Yoga Dwi Prabowo menjelaskan bahwa pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran sains yang lebih inklusif. “Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi murid disabilitas netra untuk melakukan praktikum fisika. Melalui pengembangan alat ini, kami berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka terlibat langsung, mengeksplorasi, dan memahami fenomena fisika melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Yoga.
Dalam proses pengembangannya, Yoga tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan laboran dari Program Studi Teknik Elektro serta mendapatkan bimbingan dari Dr. Moh. Irma Sukarelawan. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan alat, terutama dalam menggabungkan aspek pembelajaran fisika, teknologi, dan kebutuhan aksesibilitas bagi murid disabilitas netra. Diseminasi di tingkat Universitas Ahmad Dahlan menjadi salah satu tahapan setelah proses pengembangan inovasi selesai dilakukan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para laboran di lingkungan UAD untuk mengenal lebih dekat hasil inovasi sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengembangan karya inovatif di laboratorium.
Yoga berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap pengembangan dan diseminasi internal, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Setelah pengembangan dan diseminasi di tingkat perguruan tinggi ini, kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. Tahap berikutnya adalah diseminasi di tingkat nasional. Harapannya, karya ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembelajaran fisika yang lebih inklusif,” tambahnya.
Kegiatan diseminasi ini menunjukkan peran laboran tidak hanya dalam mendukung pelaksanaan praktikum dan pengelolaan laboratorium, tetapi juga dalam melahirkan berbagai inovasi yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran dan pendidikan sains.
Melalui dukungan Program KILAB 2026, Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains dan Program Studi Pendidikan Fisika UAD terus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan alat praktikum difraksi kisi bagi murid disabilitas netra diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembelajaran fisika yang inklusif, aksesibel, dan memberikan kesempatan belajar bagi semua.

Laboran Pendidikan Fisika UAD berhasil meraih pendanaan Program Karya Inovasi Laboran (KILab) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Adalah Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., laboran Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains (LTPS), dengan timnya Khoirudin Wisnu Mahendra, laboran Laboratorium Dasar Elektro, Riset, Telekomunikasi, dan Frekuensi Tinggi.
Jakarta — Kabar membanggakan datang dari Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sains, Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Laboran Prodi Pendidikan Fisika, Yoga Dwi Prabowo, berhasil menembus 9 karya terbaik dalam ajang Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2025, sebuah kompetisi nasional yang digelar untuk mendorong kreativitas dan inovasi laboran.
Prestasi kembali diraih oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Salah satu Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Karya Inovasi Laboran (KILab) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.