Laboran Pendidikan Fisika Special Lecture tentang Teknologi Asistif untuk Pendidikan Inklusif
Yogyakarta — Laboran Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yoga Dwi Prabowo, M.Pd., mengikuti Special Lecture bertajuk “Assistive Technology and Its Application in Inclusive Education” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Disabilitas Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, di Educator Hall UAD. Kuliah khusus menghadirkan Professor Dianne Chambers, Director International School of Education Edith Cowan University, sebagai narasumber. Kegiatan ini membahas perkembangan teknologi asistif dan penerapannya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, khususnya bagi peserta didik dengan kebutuhan pendidikan khusus (Special Educational Needs/SEN).
Keikutsertaan Yoga dalam kegiatan tersebut menjadi relevan dengan pengembangan inovasi yang sedang dilakukannya melalui hibah KILAB 2026 Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek. Melalui program tersebut, Yoga mengembangkan alat eksperimen fisika yang dapat digunakan oleh murid tunanetra, sehingga kegiatan praktikum fisika dapat diakses secara lebih inklusif. Pengembangan alat eksperimen tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran fisika yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga memperhatikan keberagaman kebutuhan murid. Teknologi dan desain alat praktikum dikembangkan agar murid tunanetra tetap dapat melakukan aktivitas eksperimen melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan mereka.
Bagi Yoga, mengikuti special lecture menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi asistif sekaligus memperoleh perspektif baru dalam mengembangkan media dan perangkat pembelajaran bagi penyandang disabilitas. “Teknologi asistif bukan sekadar menyediakan alat, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar dapat membuka akses bagi setiap murid untuk belajar, bereksperimen, dan berpartisipasi secara mandiri,” demikian semangat yang sejalan dengan pengembangan alat eksperimen fisika inklusif yang dilakukan melalui KILAB 2026.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Pendidikan Fisika UAD dalam mendorong inovasi laboratorium dan pembelajaran yang inklusif. Pengembangan alat eksperimen untuk murid tunanetra diharapkan tidak berhenti sebagai produk hibah, tetapi dapat terus dikembangkan, diuji, dan dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan praktikum fisika yang dapat diakses oleh lebih banyak murid dengan beragam kebutuhan.

