Raih Silver Medal dalam Indonesia Inventors Day 2021

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan turut serta menyemarakkan Kompetisi The World Invention and Technology Expo (Wintex) Tingkat Internasional pada acara Indonesia Inovator Day 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Innopa, Federation of Inventors Association (IFIA), dan Wipa kerja sama dengan Kemendikbudristek sekaligus pemerintah Kota Denpasar, Bali, yang berlangsung pada 26‒29 November 2021 secara luring dan daring.
Adalah Dwi Wahuningtyas (Pendidikan Fisika) bersama rekan satu tim yang terdiri dari Panji Nur Fitri Yanto (Bimbingan Konseling), Zaenab Amatillah Rodhiyya (Bimbingan Konseling), dan Rafina Sekar Arsanti (Pendidikan Bahasa Inggris). Kegiatan dengan tema “Rise Innovation, Save Generation” ini diharapkan dapat membangkitkan inovasi-inovasi Indonesia untuk membantu pemulihan dunia, khususnya Indonesia pasca pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut diikuti oleh 250 peserta dari 23 negara.
Dwi Wahyuningtyas atau yang biasa dipanggil Tyas, bersama tim mengikuti lomba pada kategori Internet of Things (IoT) and Apps dengan membawakan inovasi Invalor (Counselor Service Innovation) Cyber Counseling Application With Comprehensive Counseling Model as a Academic Students Planning in the Era of Society 5.0 Indonesia, dan berhasil mendapat Silver Medal. “Invalor merupakan sebuah aplikasi cyber counseling dan tujuan dari aplikasi tersebut untuk membantu siswa dalam merencanakan masa depannya,” ujar Tyas ketika diwawancara.
Langkah awal Tyas bersama timnya yaitu membuat definisi terkait gagasan aplikasi Invalor dan berhasil masuk tahap berikutnya. Tyas menuturkan bahwa mereka rajin ke kampus untuk membuat aplikasi tersebut. “Setelah lolos, selama satu minggu kami ke kampus setiap hari untuk membuat aplikasi Invalor ini, dan setelah jadi kami take video untuk presentasi tahap seleksi awal,” jelasnya.
Akhirnya, tim ini berhasil di tahap awal dan selanjutnya Panji bersama rekannya Zaenab presentasi secara luring di Denpasar, Bali. “Mereka (Panji dan Zaenab) berangkat ke Bali dua orang, karena mereka berdua yang lebih mengerti dari sisi fungsi aplikasi Invalor ini dan ini merupakan bidan mereka. Selain itu karena yang kami fokuskan lebih ke ranah bimbingan dan konseling,” tutup Tyas. (*tal)